Sabtu, 06 September 2014
kalau dia minta sendiri, saya bisa apa coba.
Sebut saja KKN
Malam, postingan ini diketik pas malam, jadi selamat malam.
Dua bulan yang lalu ada bocah yang senang sekali waktu mau berangkat untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, katanya. Sebut saja dia arista.
kalau ditanya apa itu kuliah kerja nyata (KKN) ada banyak jawaban yang bakalan muncul.
Kkn adalah perjuangan siang malam untuk go sebatik, tapi gagal.
Kkn adalah saat kau menghabiskan waktu hampir dua bulan dirumahnya orang.
Saat kau ketemu dengan orang dari latar belakang pendidikan yang berbeda.
Saat kau ketemu dengan dia si lolycon, para artis salon, sang pecinta iguana, lelaki berhati lembut dan gadis yang pakai topeng ketebalan.
Saat kau berjarak dengan saudara yang kau sayang, dan semua yang kau suka.
Saat ketika ada cinta yang layu, dan di tempat lain hatinya sedang berbunga.
Saat kau bisa ketemu teman-teman baru, atau musuh.
Kalau kau Tanya si bocah, kkn hanya mata kuliah bernilai empat sks, selebihnya bonus, katanya.
balada sate sendiri
yang pedas itu sate yang banyak sambelnya, yang perih itu kena tusuk sate yang ada sambelnya, yang sakit itu yah yang dibayarin satenya. yang lelah itu nungguin kamu yang akhirnya bilang nyerah pas makan sate. jadi yah sate, kita pisah yah.
Rabu, 06 Agustus 2014
bahagianya arista itu...
Bahagia itu sederhana, cukup kayak gini. cukup ada orang yang bilang *brrrrbrrrrbrrr*. cukup ada yang peduli. cukup gitu aja kok. cukup cerita panjang lebar tentang ini itu pagi-pagi. cukup gitu aja sih. >____<
Rabu, 30 Juli 2014
Rabu, 26 Maret 2014
karena malu adalah aku
*gambarnya dari google
Malu adalah kata yang tercipta saat saya (cewek manis baik-baik berusia 20 tahun) membaca isi blog saya (ana’ cu’mala’ beberapa tahun lalu). tidak pernah terbayang, setelah beberapa saat *saat yanglamaaaa* tidak mem-posting tulisan dan membaca kembali tulisan terdahulu, akan timbul rasa yang sama saat melakukan hal yang diluar kewajaran, kewarasan dan ketahuan. Jadi setelah diperhatikan dengan seksama, isi tulisan terdahulu adalah :
1. kumpulan puisi orang hampir patah hati yang hopeless sama cintanya,
2. Cerita kejadian aneh si empunya blog,
3. Tugas menulis dari himpunan,
4. Tulisan yang tidak termasuk kategori di atas.
Cukup bikin malu lucu-lucu. Cukup bikin ketawa-ketawa aneh, pokoknya malulah. Tapi ternyata keren yang saya rasa selama ini, merupakan bentukan dari saya yang dimasa lalu. Bagaimana tidak sodara-sodara *denganbangga* aktifitas semasa remajaku adalah menggalau diblog. Nah liatlah generasi penerus bangsa sekarang, menggalaunya di media mainstream yang sungguh tidak keren sama sekali *pura-puralupakalaublogjugamainstream*~~~~~\“3”/~~~~ *iniadalahaku*
Senin, 22 April 2013
ini jodoh?
Selama kuliah empat semester ini, saya sudah tiga kali bergonta-ganti gubuk derita (eaaaa). Alasannya sih standar, kurang nyaman dengan tempat tersebut. Dalam hati merasa it’s not the right one for me, kayak pilih-pilih jodoh begitu. Selain itu ada beberapa kesamaan antar ketiga gubuk derita a.k.a kosan mahasiswa tersebut. Murah diawal menderita diakhir. Tagihan listrik dan air seketika melambung tinggi-tinggi sekali. Padahal pertimbangan awal pindah ke sana selain karena lingkungannya nyaman di mata, klop di hati serta tak menyesakkan kantong yah biaya perbulan yang mesti dikeluarkan.
Belum lagi kelar dengan kondisi gubuk derita ini, saya teringat oleh satu fakta yang sama antara ketiga tempat tersebut. Angsa. Yup, penduduk sekitar kosan tersebut memelihara angsa. Kalau ada yang pernah baca postingan sebelumnya pasti tau cerita tragis saya dengan si mbak berbulu putih tersebut. Dengan leher panjang dan paruh kokohnya entah sudah berapa kali makhluk tersebut hendak menyerang saya. Mungkin mereka sebar pamflet “wajib dipatuk” dengan fotoku sebagai gambarnya, entahlah.
Kalau dipikir lagi, saya heran kenapa penduduk sekitar Tamalanrea kelihatannya lebih suka memelihara angsa dari pada bebek pada umumnya. Padahal dari semua masakan bebek yang saya tahu, tidak ada masakan dari angsa yang terkenal, malah sepertinya saya mengira kalau memang makanan dari angsa tidak pernah ada. Jadi kenapa dipelihara???. Apa bagusnya memelihara angsa kalau harus menanggung resiko yang tinggi. Resiko diserang makhluk buas setiap hari. Ah entah kenapa tulisan ini jadi begini. Saya tutup dengan harapan semoga tak ada angsa di esok hari yang cerah.
Minggu, 07 Oktober 2012
Gambar kosong
Baru sadar kalau ternyata blogku kekurangan gambar ke depannya semoga saya ingat kalau gambar dalam tulisan itu sama pentingnya dengan tulisan yang saya buat ...
Jumat, 08 Juni 2012
lebih baik tidak tahu!
Ketika kamu
melangkah, menuju ke suatu tempat yang kau impikan, ada baiknya jika kau
mengetahui apa yang akan kau temui di sana. Namun, bagaimana jika tempat atau
lebih tepatnya apa yang ada di tempat yang kau tuju itu bukan tempat yang dapat
membuatmu bahagia?. Maka, pikiran-pikiran untuk berhenti dan berbelok ke arah
lain memenuhi kepalamu, tapi apakah itu akan membuatmu bahagia, membuatmu lupa
akan tempat impianmu tersebut?. Karena itu, mungkin lebih baik untuk tidak tahu
sama sekali karena kadang ketidaktahuan itu merupakan sebuah berkat dari Tuhan
bagi makhluknya. Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah apa yang harus kita
lakukan apabila sudah terlanjur tahu, apakah kita harus berhenti kemudian
berbalik arah dan pergi ke tempat yang lain, ataukah berpura-pura tidak tahu
dan menghadapi derita dan sakit yang kau jemput
dengan kepolosan hati yang palsu?
Kita Yang Beda
Saya jarang
ngaret, sekalinya ngaret acaranya On Time
Sayang ingat
tidak, dulu waktu kita bersama, kita selalu sejalan dan sependapat, tidak
pernah sekali pun berselisih paham. Meskipun orang lain memiliki pemikiran
yang berbeda,kita tidak pernah terpengaruh itu saja, titik. Masa-masa itu,
meskipun telah lewat masih sering terputar di kepalaku. Saat sekolah kita
selalu datang bersama-sama,tidak seperti mereka yang selalu datang belakangan. Kita bisa
berada di lapangan upacara saat semua orang masih dalam perjalanan menuju
sekolah atau malah masih terkantuk-kantuk di rumahnya, kita bisa menikmati udara yang
belum dicicipi orang lain. Kita juga selalu ada di tempat lomba, saat orang lain pergi
entah kemana,kita selalu mempersiapkan diri lebih awal daripada yang lain. Namun,
mengapa kini kau berubah?. Kita tidak lagi sama. Kau berubah itu yang aku tahu,
teralihkan oleh pemikiran-pemikiran mereka, mungkin. Dirimu yang sekarang tidak
jauh berbeda dari mereka yang kita tertawai dulu, tidak lebih dari waktu-waktu
yang terbuang percuma, sia-sia. Kini saat aku bilang pukul sepuluh pagi, seringkali
kau mengulurnya hingga 120 menit kemudian, bahkan terkadang lebih. Aku tidak
tahu apa yang menyebabkan kau berubah, lingkungankah atau kau sudah merasa
jengah menjadi pihak yang menunggu, hingga dirimu kini menyerupai mereka. Aku
ingin kita kembali seperti dulu, satu waktu. Aku tidak ingin merasa terlalu
asing denganmu, tapi aku juga tidak mau berubah sepertimu.
Puisi, bukan?
Mungkin mereka tak
peduli apa yang aku inginkan
Mungkin mereka tak
ingin mendengar apa yang aku bicarakan
Mungkin mereka tak
ingin tahu apa yang kuketahui
Mungkin juga mereka
tak suka apa yang menurutku indah
Tapi ini aku
Aku juga tak terlalu
ingin diperdulikan oleh mereka
Tidak terlalu ingin mereka dengar
Tidak pula ingin
membagi semua yang aku ketahui
Ataupun memaksa
mereka menyukai apa yang aku katakan indah
Aku hanya ingin
Lebih banyak perduli
terhadap diriku
Lebih banyak
mendengar kata hatiku
Memperbanyak
pengetahuanku
Dan juga menikmati
keindahan yang ada
Karena aku hanya manusia biasa
hanya seorang yang hidup dari karya orang lain
Itu saja Titik.
Rabu, 30 Mei 2012
kalimat gagal
"Angin malam ini begitu menenangkan, namun baik Bulan maupun Bintang tak menampakkan dirinya. Mereka, Bulan dan Bintang lagi-lagi tak menepati janjinya untuk menemaniku, menghabiskan malam dengan menghiasi langit yang kelam..."
Kalimat di atas, menurut yang buat sudah manis dan puitis sekali, menurut yang buat tinggal ditambah beberapa kalimat sudah bisa dijadikan postingan yang sweet, dan menurut yang buat lagi kalimat di atas juga bisa dijadikan pembuka surat-surat cinta yang menohok hati (meski sekarang orang lebih suka ungkapkan cinta lewat HP -___-' ). Akan tetapi, karena seorang teman yang jahilnya luar biasa, yang luar biasa menggemaskannya, yang dengan sengaja membaca kalimat di atas dengan lantang dan keras sehingga buat malu saya, maka kalimat di atas tersebut hanya menjadi kalimat pembuka di sebuah postingan yang sama sekali tidak sweet, meskipun yang buat bilang postingan ini masih tetap unyu ^_^V.
Kalimat di atas, menurut yang buat sudah manis dan puitis sekali, menurut yang buat tinggal ditambah beberapa kalimat sudah bisa dijadikan postingan yang sweet, dan menurut yang buat lagi kalimat di atas juga bisa dijadikan pembuka surat-surat cinta yang menohok hati (meski sekarang orang lebih suka ungkapkan cinta lewat HP -___-' ). Akan tetapi, karena seorang teman yang jahilnya luar biasa, yang luar biasa menggemaskannya, yang dengan sengaja membaca kalimat di atas dengan lantang dan keras sehingga buat malu saya, maka kalimat di atas tersebut hanya menjadi kalimat pembuka di sebuah postingan yang sama sekali tidak sweet, meskipun yang buat bilang postingan ini masih tetap unyu ^_^V.
Kamis, 03 Mei 2012
jadi artikel belum?
Terinsipirasi
dari perjalanan panjang nan melelahkan dari kampus merah tercinta hingga
sambueja (apa merah gitu), maka lahirlah hampir
artikel ini yang sekali lagi
hadir dalam rangka follow up kelas menulis di kosmik. Alasan mengapa saya
menulis tentang “ornamen tambahan” dari hampir setiap pohon yang berada di
jalan poros Maros-Bantimurung karena saya merasa prihatin terhadap kondisi
kekinian dari lingkungan yang semakin rusak. MERDEKA!!! Hehehe JJJ
^^V. Meskipun sudah lama saya kirim tapi saya merasa tidak adil terhadapnya
apabila dia, sebagai salah satu dari tulisan yang saya buat dengan air mata
berlinang dan semangat 45, tidak saya jadikan sebagai salah satu penghuni blog
ini.
***
Kasihan
kau pohon. Kau yang sudah melindungi bumiku dari terjangan sinar ultra violet yang
dapat membuatku dan orang-orang yang aku sayang terbakar kulitnya. Menyediakan
oksigen untuk aku bernafas dan menjadi tempat aku berteduh dikala siang mengganas,
kini telah berubah. Hanya demi popularitas segelintir orang dirimu terluka.
Kau
yang sekarang telah bersanding dengan baliho dan poster-poster orang yang tak
kau kenal. Yang menampakkan orang aneh dengan gaya yang aneh pula. Mereka yang berfoto
dengan senyum palsu. Berpose dengan gaya yang aduhai anehnya. Ada yang berpose dengan gaya hormat ala
upacara bendera, berjabat tangan seolah berada di sebuah hajatan pernikahan,
menjadi pahlawan holywood bahkan ada yang menggunakan foto anak kecil yang
entah anak siapa.
Mereka menyiksamu, benarkan. Dengan belasan
bahkan puluhan paku yang bersarang di tubuhmu, dengan kawat duri dan plastik
yang menghambat tumbuhmu. Mereka yang yakin
dapat menipu orang lain dengan gambar palsu, mereka yang sesumbar menabur janji
memuakkan, dan mereka yang bodoh karena telah melakukan keduanya. Di negara
kita bukan hanya segelintir orang yang mengetahui akal bulus mereka. Tidak
sedikit pula yang mencela perilaku mereka. Namun ternyata mereka tak sebodoh
yang aku pikirkan. Mereka cerdas. Mereka tahu bahwa tak sedikit pula yang
memuja mereka dengan gambar atau uang mereka itu. Benar pohon, tak hanya
menyakitimu dengan poster senyum palsu. Mereka juga melukai harga diri serta
hak rakyat miskin kita. Mereka membeli suara mereka. Mengiming-imingi dengan
janji palsu serta harapan kosong yang indah. Masih dengan balutan senyum palsu
itu tentunya. Bagi rakyat yang tidak tahu mereka pasti akan merasa senang dan
bahagia dengan kedatangan dewa yang memberikan rezeki yang tak mereka sangka.
Bagi mereka yang tahu, apa boleh buat. Mereka tak punya pilihan lain. Karena mereka
memang tak pernah diberi kesempatan memilih. Mereka harus rela haknya memilih
pemimpin tergadai oleh beberapa liter beras dan minyak, sebungkus gula, uang
puluhan ribu atau sarung, untuk menyambung hidup beberapa hari kedepan. Dengan
kondisi ekonomi yang makin menghimpit hidup mereka, apapun akan mereka lakukan.
Mungkin bagi mereka satu suara mereka tidaklah lebih penting dari pada sembako
yang makin sulit mereka raih. Ataukah mereka telah hilang percaya terhadap
calon pemimpinnya kelak. Toh siapa juga yang akan menjamin hidup mereka akan
lebih indah berbunga-bunga jika pemimpin baru terpilih.
Pohon, bagaimana keadaanmu sekarang. Pemilahan umum
sebentar lagi akan tiba. Sudah siapkah tubuhmu disiksa lagi. Dipaku dan diberi
plastik bergambar senyum memuakkan lagi. Apakah mereka sadar, yang mereka lakukan
itu hanya politik yang terkesan
buang-buang uang. Ironikan, mengingat mereka melakukan itu ditengah banyak
penduduk indonesia yang masih menderita
kelaparan. Apakah mereka telah mati rasa. Mati rasa kemanusiaannya. Mati rasa
seluruh indranya sehingga mereka tidak lagi peka terhadap masalah negara yang tak kunjung mendapat jalan keluar
itu.
Apapun
itu aku masih mengkhawatirkanmu pohon. Kini jejakmu makin sulit terdeteksi.
perlahan-lahan kau menyembunyikan diri dariku. Menghilang karena marah pada
manusia mungkin. Namun tunggu, suatu hari mereka pasti akan mencari dirimu
karena menyadari pentingnya sosokmu. Tunggu sampai mereka tak lagi berani
memaku tubuhmu. Bahkan menyentuhmu pun mereka segan. Kau hanya harus menunggu.
Rabu, 02 Mei 2012
namanya s.i.a.l
Kesialan itu saat kamu kelaparan ketika
gerimis menyelimuti langit pagi, saat susah payah datang pagi eh dosennya
absen, saat kamu ditabrak sama teman kamu sendiri di parkiran kampus, saat kamu
lagi asik jadi model ditaman mana gitu hujan datang lagi, saat kamu lari dari
hujan malah jatuh dari motor, saat kamu sampai di rumah, ada bangkai burung
yang secara ajaib tergeletak tak berdaya di depan pintu kamu, dan yang terburuk
saat tersebut terjadi berurutan dalam sehari. Bagi yang merasakannya mari kita
sama-sama mendoakannya agar dia, dengan segala kesialannya hari itu bisa
mendapat kebahagiaan yang besar sebagai balasan dari kejadian buruk yang
menimpanya.
Senin, 16 April 2012
namaku...
masih ingat waktu kecil tidak ada teman TK yang bisa sebut namaku dengan benar. itu kayaknya karena mereka kebanyakan yang cadel. sekarang juga begitu, bedanya mereka bukan tidak bisa sebut namaku, tapi kebanyakan dari mereka tidak bisa menulis namaku dengan benar sesuai dengan EYD dan akta kelahiranku. berikut adalah kesalahan nama yang sering terjadi mulai dari piagam hasil lomba hingga ID card acara yang saya ikuti
- desi arista
- dessi arista
- desy arista
- dessy arsita
- dessy anista
- dessi arysta
Aristoteles dan Arista toples
Merenung tentang tujuan awalku
berjuang di tempat ini. Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan orang kebanyakan.
Yaitu mendapatkan ijazah
s1 biar bisa dapat kerja yang layak (minimal nda jadi tukang). Tapi bukan hanya
itu. Orang tua di rumah sempat bilang . bilang
sesuatu yang menyesakkan juga menakutkan bagi anak gadis yang baru lulus
sma. Bilang saat anak gadisnya itu menampakkan gelagat terkena penyakit sudah-malas-belajar-tingkat akut yang bisa diartikan tidak mau
lanjut kuliah. Maka kata-kata seperti tinggal tunggu ada yang melamar atau cari
kerja baru nikah cepat (ujung-ujungnya nikah muda ==’) menjadi obat manjur
untuk membuat seseorang yang berjiwa
bebas ini kembali bergairah belajar dengan semangat empat lima yang berkobar-kobar (eaaa). Saya tahu mereka hanya bercanda.
Mereka orang tua paling keren yang pernah saya
lihat. Membebaskan anaknya untuk melakukan apa saja asal resiko tanggung
sendiri. Tidak pernah sok menggurui anaknya. Atau melakukan hal-hal yang
mengekang kemerdekaan anaknya. Mereka mungkin punya prinsip bebas bersyarat,
bukan bebas terbatas yang selalu diagung-agungkan orang tua lain. Lagian mana
ada bebas yang dibatas-batasi bukan bebas namanya. Tapi betulan saya tetap
takut.
Sekarang masih lanjut merenung dengan renungan
yang sama dan masih dalam kondisi yang sama yaitu merenung. Meski yang
direnungi itu kurang jelas tapi yah biar supaya
dibilang pemikir (merenung itu mikir juga kan) seperti pemikir-pemikir terkenal
lainnya, seperti Aristoteles katanya. Tapi sayangnya
saya bukan aristoteles itu, pemikiranku tak berkaitan dengan apa yang dia
pikirkan. Saya hanya
seorang arista yang merenung (atau mikir) sambil memandang toples.
Masih lanjut merenung. Masih dengan renungan yang
sama. Masih dengan pemandangan yang sama. Merenungkan apa yang akan saya
lakukan selepas kuliah. Pusing juga. Masih semester awal sudah mengkhayali dunia setelah wisuda.
Tapi mau diapa lagi. Saya tidak sedang memikirkan siapa-siapa kecuali diri saya
sendiri. Untuk apa coba memikirkan seseorang atau sekelompok orang yang belum
tentu memikirkan anda, betul. Maka pikiran-pikiran usil itu bermunculan bagai ide-ide nakal yang siap
untuk diterjemahkan menjadi seni. Lanjut merenung tentang renungan yang tadi.
Bagaimana kalau seandainya saya lulus cepat terus dikasih nikah cepat atau
dapat jodoh buat dipakai nikah cepat. Berarti usaha untuk tidak nikah cepat
gagal. Usaha itu hanya tertunda sebentar.atau bagaimana kalau saya lama
lulusnya (ini tidak termasuk do’a yah, jangan dicatat, jangan di ijabah) bisa
jadi saya dikasih nikah cepat-cepat. Sama hasil beda proses.
Tapi ya sudah. Renungan ini di tunda
dulu ada renunga lain yang lebih penting untuk direnungkan. Merenungkan
bagaimana menyelesaikan tiga paper dan satu presentasi yang bikin kepala berasa
aduhai. Bikin perut jadi melilit (sepertinya ini efek karena terlalu banyak
makan). Ya sudahlah
Arista yang masih memandang
toples ini kembali merenungi nasibnya. Nasibnya bersama tugas-tugas yang
sepertinya tidak mau diselesaikan.
Selasa, 03 April 2012
Berharap ini artikel
hari sabtu lalu ada kelas menulis di kampus. dengan hati yang riang, senang, gembira, dan bahagia saya mengikuti kelas itu. setelah selesai kakak koordinatornya bilang sesuatu yang intinya "BUAT ARTIKEL yaah" meeen makhluk dari mana itu artikel. perasaan saya pernah ketemu tapi lupa bagaimana penampakan bentuk dan rupa makhluk yang satu ini. nah jadilah saya mencari tahu si artikel ini di google. hasilnya...google tidak selalu bisa memberi apa yang anda inginkan. maka jadilah saya, di detik-detik terakhir menulis tentang makhluk yang satu itu. berbekal ilmu mengarang bebas yang saya dapat di SMA dan di bangku kuliah serta informasi dari informan yang wah sekali maka jadilah sesuatu itu. sesuatu yang sulit saya deskripsikan bentuknya. sesuatu yang saya harap apa-yang-dimaksudkan-kakak koordinator. ini dia sesuatunya
OTAKU
Pernah menonton anime atau film kartun sewaktu kecil? Pasti pernah.
Mulai dari anime yang lucu seperti sailor moon, digimon, pokemon, doraemon,
dan P-man hingga anime yang lumayan berat untuk konsumsi anak seperti
dragon ball dan one peace. Namun bagaimana jika kebiasaan menonton anime ini
berlanjut hingga dewasa. Bagi anda yang tidak menyukai atau kurang
menikmati film yang kebanyakan
diproduksi oleh negeri matahari terbit ini , mungkin akan mengaggapnya sebagai
hal yang aneh dengan pemikiran bahwa anime atau kartun tersebut diidentikkan
dengan dunia anak. Namun berbeda bagi orang-orang yang sangat menggemari atau
mencintai dunia yang satu ini.
Otaku,
begitulah penggemar anime atau manga ini disebut. Orang-orang yang ini biasanya
gemar mengumpulkan gambar, games, atau film yang berbau anime atau manga.
Mengumpulkan hal-hal yang berbau manga seolah menjadi candu bagi para otaku
yang akhirnya berubah dari hoby menjadi kebiasaan. Otaku tidak mengenal status
sosial. penikmatnya bisa berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak kecil
hingga orang tua. Mulai dari yang putus sekolah hingga anak kuliah.
Banyak alasan yang menyebabkan orang tetap
menggemari anime dan manga. Tony, salah satu mahasiswa komunikasi mengatakan
bahwa hal positif yang didapatkan dari anime dan manga adalah semangat para
tokoh dalam ceritanya yang menginspirasi. lain lagi dengan Diman, yang menjadi
penikmat anime sejak berada di sekolah dasar hingga menjadi sarjana ini merasa
bahwa menonton anime merupakan hiburan tersendiri baginya. Berbagai alasan
memang yang membuat orang tetap bertahan mengikuti perkembangan dunia animasi
ini. Padahal dengan banyaknya seri serta pilihan animasi yang terbilang tidak sedikit, tidak menyurutkan penikmatnya untuk berpaling ke hiburan yang lain.
apakah ini artikel itu?, atau hanya tulisan tiga paragraf yang membicarakan hal yang tidak jelas, atau hanya sesuatu?
apapun itu saya senang menulisnya...
Sabtu, 17 Maret 2012
mereka bilang!
Mereka bilang aku telah melupakanmu
Tidak, itu tidak benar
Aku hanya bercanda dengan mereka
Mereka baik
Meski seperti teman yang lain, bercanda sambil menghinaku
Sakit?, tidaklah
Aku tahu mereka hanya bercanda, yah bercanda
Canda yang dapat membuatku menahan derita ini
Derita cinta karena mencintaimu
Tapi untuk mencintaimu tak ada kata sesalku
Apakah kau merindukanku?
Aku tidak pernah berharap lebih
Bahkan untuk berharap kau mengingat namaku
Mungkin bagimu, aku hanya seseorang
Seseorang yang kau kenal sepintas
Sepintas kau lihat,
Sepintas kau sapa
Hanya sepintas semu yang menguatkan aku
Aku mencintaimu, sungguh
Aku yakin untuk hal yang satu ini
Senin, 12 Maret 2012
surat kepada kumbang
Teruntuk para kumbang yang pernah hinggap dihatiku. . .
Mungkin kalian tidak tahu kapan dan bagaimana diri kalian menjadi sangat penting dalam hidupku, tapi yang harus kalian tahu kalian telah memberi andil dalam menorehkan ratusan bahkan ribuan kisah di diary hidupku. . .
Kisah-kisah yang kebanyakan berakhir menyedihkan untukku. . .
Kisah-kisah dimana aku hanya menjadi pemeran pembantu yang mengharapkan cinta tokoh utama pria yang telah dimiliki cintanya oleh tokoh utama wanita. . .
Tapi, itu semuakan sudah lewat dan lihat aku. . .
Aku masih baik-baik saja tanpa balasan cinta kalian. . .
Kepada kalian,
Para kumbang si pengisi hati. . .
Aku tidak pernah tahu perasaan kalian kepadaku. . .
Karena itu tak pernah kuungkapkan rasaku kepada kalian. . .
Yah. . . Aku memang gadis konservatif diera globalisasi. . .
Langka bukan.
Kisah-kisah yang telah kalian torehkan merubah pola pikirku tentang apa arti mencintai. . .
Mencintai tanpa pamrih. . .
Mencintai orang yang tidak tahu bila dia dicintai seseorang,olehku. . .
Mencintai seseorang yang hatinya tertambat kepada seorang gadis, bukan aku. . .
Sakit memang tapi itulah kenyataan yang ada.
Meskipun berakhir dengan menyedihkan tapi kisah itu sama sekali tak berkesan tragis buatku. . .
Ada banyak hal-hal indah ditiap kisah yang tercipta. . .
Ada banyak tawa. . .
Rasa deg-degan hebat yang melanda. . .
Rasa keki yang mengakibatkan salah tingkah. . .
Yah itulah kisah kalian yang tercetak sempurna diotakku. . .
Yang menjalari setiap nadi dihidupku. . .
Yang selalu ada ditiap hembusan nafasku. . .
Kepada para kumbang yang pernah menjarah hatiku. . .
kuucapkan terima kasih. . .
Terima kasih tlah mmbuatku merasakan seninya mencintai seorang anak adam. . .
_ken_
Mungkin kalian tidak tahu kapan dan bagaimana diri kalian menjadi sangat penting dalam hidupku, tapi yang harus kalian tahu kalian telah memberi andil dalam menorehkan ratusan bahkan ribuan kisah di diary hidupku. . .
Kisah-kisah yang kebanyakan berakhir menyedihkan untukku. . .
Kisah-kisah dimana aku hanya menjadi pemeran pembantu yang mengharapkan cinta tokoh utama pria yang telah dimiliki cintanya oleh tokoh utama wanita. . .
Tapi, itu semuakan sudah lewat dan lihat aku. . .
Aku masih baik-baik saja tanpa balasan cinta kalian. . .
Kepada kalian,
Para kumbang si pengisi hati. . .
Aku tidak pernah tahu perasaan kalian kepadaku. . .
Karena itu tak pernah kuungkapkan rasaku kepada kalian. . .
Yah. . . Aku memang gadis konservatif diera globalisasi. . .
Langka bukan.
Kisah-kisah yang telah kalian torehkan merubah pola pikirku tentang apa arti mencintai. . .
Mencintai tanpa pamrih. . .
Mencintai orang yang tidak tahu bila dia dicintai seseorang,olehku. . .
Mencintai seseorang yang hatinya tertambat kepada seorang gadis, bukan aku. . .
Sakit memang tapi itulah kenyataan yang ada.
Meskipun berakhir dengan menyedihkan tapi kisah itu sama sekali tak berkesan tragis buatku. . .
Ada banyak hal-hal indah ditiap kisah yang tercipta. . .
Ada banyak tawa. . .
Rasa deg-degan hebat yang melanda. . .
Rasa keki yang mengakibatkan salah tingkah. . .
Yah itulah kisah kalian yang tercetak sempurna diotakku. . .
Yang menjalari setiap nadi dihidupku. . .
Yang selalu ada ditiap hembusan nafasku. . .
Kepada para kumbang yang pernah menjarah hatiku. . .
kuucapkan terima kasih. . .
Terima kasih tlah mmbuatku merasakan seninya mencintai seorang anak adam. . .
_ken_
Langganan:
Postingan (Atom)






